Tampilkan postingan dengan label karya ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya ilmiah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Mei 2014

META ANALISIS BUKU




DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 3
ENDANG
ENTAP
SUKIRAH
DEWI RAHAYU
ARISANTI MUARA KASIH
PARLINA SUSI SISWANTI

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2014

MAKALAH MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMBELAJARAN



KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan mengucap rasa syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
            Tiada gading yang tak retak, begitu pula penulis yang hanya manusia biasa yang berusaha memberikan hal terbaik yang penulis bisa. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan agar penulis dapat lebih baik lagi di kemudian hari.
Penulis menyampaikan penghargaan yang setingi-tingginya serta menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi pada penyusunan makalan ini, khususnya yang terhormat Dosen Mata Kuliah Desain Pembelajaran Kelas G6 Ciangsana Semester II Konsentrasi Manajemen Pendidikan Program Pendidikan S.2 Universitas Pakuan Bogor, Dr. Nandang Hidayat, M.Pd, semoga amal baiknya mendapat balasan yang berlipat ganda dari Yang Maha Kuasa.

MAKALAH EVALUASI HASIL BELAJAR DAN EVALUASI BERBASIS PORTOFOLIO



KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan mengucap rasa syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
            Makalah ini penulis susun setelah mencari data-data yang relevan dari berbagai sumber. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas dari Dosen Mata Kuliah Desain Pembelajaran yaitu Dr. Nandang Hidayat, M.Pd selain itu juga untuk menginformasikan wawasan baru bagi rekan sejawat.

Jumat, 04 April 2014

Guru dan Sense of Humor



a.       Penggunaan Humor di dalam Kelas
Whisonant mengemukakan :

Humor has also been used in education. Teachers and educators of all levels and disciplines have praised the ability of humor to aid the learning process, to help students’ understanding of key points, and to relax students in moments of anxiety and increased tension. The benefits of humor have been made obvious to them by a variety of personal accounts and descriptions.[1]

Pengertian Guru



Jika ruang kelas dengan segala isinya, termasuk para siswa, diibaratkan tata surya, maka guru adalah mataharinya. Guru adalah pusat di mana seluruh planet berputar mengelilinginya. Segala energi yang ada tidak akan berarti apa-apa ketika dia tidak ada. [1]
Secara sederhana, guru seperti orang yang pekerjaannya mengajar atau orang yang pernah memberikan suatu ilmu atau pendidikan kepada seseorang atau sekelompok orang. [2]

Teori Humor



1.          Sense of humor
a.       Pengertian humor
Hartanti mengemukakan humor berasal dari kata umor yaitu You-moors= cairan-mengalir[1]. Namun, Dananjaya berpendapat semua berasal dari suatu istilah yang berarti cairan. Arti ini berasal dari doktrin ilmu faal kuno mengenai empat macam cairan, seperti darah, lendir, cairan empedu, dan cairan empedu hitam. [2]

Motivasi Belajar



b.      Pengertian Motivasi Belajar
Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Hal ini mempunyai peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: [1]
1.     Adanya hasrat dan keinginan berhasil,
2.     Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar,
3.     Adanya harapan dan cita-cita masa depan,
4.     Adanya penghargaan dalam belajar,
5.     Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, dan
6.     Adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik.
Berkaitan dengan proses belajar siswa, Linda S. Lumsden  berpendapat motivasi belajar sangatlah diperlukan. Diyakini bahwa hasil belajar akan meningkat kalau siswa mempunyai motivasi belajar yang kuat. Motivasi belajar adalah keinginan siswa untuk mengambil bagian di dalam proses pembelajaran.
Menurut Marx Lepper,siswa pada dasarnya termotivasi untuk melakukan suatu aktivitas untuk dirinya sendiri karena ingin mendapatkan kesenangan dari pelajaran, atau merasa kebutuhannya terpenuhi.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah kesanggupan untuk melakukan kegiatan belajar karena didorong oleh keinginannya untuk memenuhi kebutuhan dari dalam dirinya ataupun yang datang dari luar. Kegiatan itu dilakukan dengan kesungguhan hati dan terus menerus dalam rangka mencapai tujuan.[2]



c.       Upaya-Upaya Memotivasi dalam Belajar
Ali Imron  mengemukakan empat upaya yang dapat dilakukan oleh guru guna meningkatkan motivasi belajar pembelajar. Empat cara tersebut adalah sebagai berikut : [3]
1.     Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar,
2.     Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis pembelajaran,
3.     Mengoptimalkan pemanfaatan upaya guru dalam membelajarkan pembelajar juga menjadi faktor yang mempengaruhi motivasi,
4.     Mengembangkan aspirasi dalam belajar.

d.      Fungsi Motivasi dalam Belajar
Motivasi mempunyai fungsi yang Sangat penting dalam suatu kegiatan, terutama dalam kegiatan belajar. Rosjidan dkk, mengatakan fungsi motivasi dalam belajar adalah:[4]
1.   Mendorong manusia untuk berbuat, sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
2.   Menentukan arah perbuatan, yaitu ke arah tujuan yang ingin di capai.
3.   Menyeleksi perbuatan, yaitu menentukan perbuatan-perbuatan yang harus dijalankan yang  berguna mencapai tujuan dengan mengesampingkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan itu.
Seseorang melakukan usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan adanya usaha yang tekun dan didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar akan melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi seseorang siswa sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya. Menurut Sardiman fungsi motivasi dalam belajar adalah mendorong manusia untuk berbuat, menentukan arah perbuatan, menyeleksi perbuatan, pendorong usaha dalam pencapaian prestasi.




[1] Hamzah B. Uno. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta : Bumi Aksara. 2008. Hlmn. 23
[2]Tugas Kampus. Motivasi Belajar. (http://tkampus.blogspot.com/2012/01/motivasi-belajar.html) diakses pada 24 Maret 2013
[3] Eveline. Op. Cit. Hlmn. 55
[4]Eveline. Loc. Cit.

Pengertian Belajar



Pengertian belajar yang cukup komprehensif diberikan oleh Bell-Gredler yang menyatakan bahwa belajar adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam kompetensi, keterampilan dan sikap.

Teori Motivasi

a.         Pengertian Motivasi
Imron dalam Eveline Siregar dan Hartini Nara menjelaskan, bahwa motivasi berasal dari bahasa Inggris, motivation, yang berarti pengalasan dan motivasi. Kata kerjanya adalah tomotivate yang berarti mendorong, menyebabkan, dan merangsang.

Kamis, 03 April 2014

Kamis, 20 Februari 2014

Makalah Kecerdasan Spiritual



KECERDASAN SPIRITUAL

MAKALAH
https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1/954689_583143525054391_84687035_n.png
DISUSUN OLEH:
ADI HARJA
ENDANG
IRWAN KURNIAWAN
IYAM
PARLINA SUSI SISWANTI
WIWI HILWIYAH



PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2014

Jumat, 14 Februari 2014

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013



Implementasi Kurikulum 2013
Suatu Analisis deskriptif kualitatif, dikaji dari komponen pendidikan


MAKALAH

Selasa, 19 November 2013

Proposal PTK

PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS




JUDUL
UPAYA MENINGKATKAN HASIL Belajar MATEMATIKA melalui METODE TUTOR SEBAYA pada SISWA KELAS V SDN BABAKAN 04 kecamatan cileungsi

Peningkatan Pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Bagaimanapun sederhananya peradaban suatu masyarakat, di dalamnya terjadi atau berlangsung suatu proses pendidikan. Karena itulah sering dinyatakan pendidikan telah ada sepanjang peradaban umat manusia. Pendidikan menjadikan sumber daya manusia lebih cepat mengerti dan siap dalam menghadapi perubahan di lingkungan kerja. Oleh karena itu tidaklah heran apabila Negara yang memiliki penduduk dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan mempunyai tingkat pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Sabtu, 05 Januari 2013

REMAJA DAN NAPZA

REMAJA DAN NAPZA

oleh : Parlina Susi Siswanti

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Namun, hal itu belum diikuti dengan usaha yang mumpuni untuk membentuk watak generasi mudanya agar berakhlaqul karimah sehingga mampu menjadi motor penggerak kemajuan bangsa dan bisa sejajar dengan bangsa lain.

Model-model pembelajaran matematika SD

Model-model pembelajaran matematika SD

oleh : Parlina Susi Siswanti


BAB I
PENDAHULUAN
1.       Latar Belakang
Pendidikan adalah merupakan salah satu dasar untuk membangun bangsa ini, maka dari itu pendidikan perlu dikembangkan. Seperti halnya model-model pembelajaran yang efektif digunakan pada mata pelajaran matematika ditingkat sekolah dasar perlu dikembangkan .

Gagasan Pembaharuan Muhammadiyah

Gagasan Pembaharuan Muhammadiyah

oleh : Parlina Susi Siswanti


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Muhammadiyah di Indonesia dikenal sebagai organisasi gerakan social keagamaan, kemanusiaan dan pendidikan. Hamper di setiap daerah perkotaan dapat ditemukan berbagai amal usahanya, baik yang berupa lembaga peribadatan, rumah sakit, panti asuhan maupun lembaga pendidikan. Secara awami pusat kegiatan sosial yang telah mapan di dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

PENGARUH KARYA SASTRA PUISI ANAK TERHADAP PERKEMBANGAN KARAKTER SISWA KELAS 3A DI SDN BABAKAN 04


PENGARUH KARYA SASTRA PUISI ANAK TERHADAP PERKEMBANGAN KARAKTER SISWA KELAS 3A
di SDN BABAKAN 04






Parlina Susi Siswanti
0901045317
VF

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA
2012
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Akhir-akhir ini, pendidikan karakter banyak dan sering menjadi pembahasan berbagai kalangan, terutama kalangan pendidikan. Hal ini terdorong oleh adanya fakta bahwa siswa sebagai produk pendidikan belum kuat secara kemanusiaan, serta kepribadiannya masih lemah sehingga mudah terpengaruh oleh hal-hal dari luar. Selain itu, semangat untuk belajar, berdisiplin, beretika, bekerja keras, dan sebagainya kian menurun. Peserta didik banyak yang tidak siap untuk menghadapi kehidupan sehingga dengan mudah meniru budaya luar yang negatif, terlibat di dalam amuk massa, melakukan kekerasan di sekolah atau kampus, dan sebagainya.

tugas perkembangan

tugas bimbingan di SD
PERKEMBANGAN

oleh : Parlina Susi Siswanti


Apa itu Perkembangan?
Perkembangan adalah perubahan yang terjadi secara konstan dan bersifat permanen, tidak dapat diulang dan terjadi dalam sekuensi waktu tertentu. Perkembangan juga tidak memiliki batas (kualitatif), karena perkembangan merupakan integrasi dari banyak struktur yang kompleks.